Market Glory

Join xaberius's empire

Friday, January 3, 2014

Yakub d pniel

(Kejadian 32:23-32)
Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ. Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!" Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya. Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

Pada saat Yakub akan bertemu dengan Esau, ia sangat ketakutan karena ia berpikir bahwa kakaknya Esau masih sangat dendam dengan dia akibat perbuatannya di masa lalu. Yakub berada dalam keadaan yang sangat terdesak karena ia harus membawa semua anak dan istrinya menghadap Esau. Ia sangat cemas kalau Esau kakaknya marah dan membunuh seluruh keluarganya dan juga dirinya. Kadang kita juga mengalami seperti yang dialami oleh Yakub. Kita di depan kita ada masalah yang sangat besar yang membuat kita sangat takut. Kita mencemaskan keadaan kita, keluarga kita dan banyak lagi.
Sikap yang diambil oleh Yakub sangat bijaksana, ia tinggal seorang diri. Dan pada waktu ia tinggal seorang diri ia ditemui oleh laki-laki yang bisa kita tafsirkan sebagai seorang utusan Allah. Yakub bergulat dengan laki-laki tersebut sampai ia menahan laki-laki itu. �Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.� Kemudian Yakub juga tidak membiarkan laki-laki tersebut pergi tanpa memberkati dia. Ini adalah sikap yang baik yang ditunjukan oleh Yakub yang bisa kita tiru. Yakub tidak menyerah dan terus bergulat dengan laki-laki tersebut. Kita juga harus mau bergulat dengan Allah tentang masalah kita. Kita harus terus bergumul meminta bantuan Allah untuk setiap masalah yang kita hadapi dan kita juga tidak membiarkan Allah berlalu tanpa memberkati kita. Kita harus mempunyai sikap hati yang teguh seperti Yakub. �Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."�
Dan oleh karena keteguhan hati Yakub, Allah memberkati Yakub dengan mengubah namanya dari Yakub yang artinya penipu menjadi Israel yang artinya kemenangan bergumul melawan Allah. �Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."�.Allah juga akan memberkati kita dan memberikan berkat-Nya pada kita saat kita mau sungguh-sungguh bergumul dengan Allah dalam setiap aspek hidup kita.

Sungai Tuhan

Laki-laki itu membawa aku kembali ke pintu masuk Rumah TUHAN. Kulihat air mengalir dari bawah pintu itu ke arah timur, seperti Rumah TUHAN pun menghadap ke timur. Air itu mengalir dari bawah ambang pintu Rumah TUHAN bagian selatan melalui sisi selatan dari mezbah. Kemudian laki-laki itu membawa aku keluar lewat gerbang utara dan menuntun aku ke gerbang timur. Sungai kecil itu mengalir dari sisi selatan gerbang itu. Sambil mengukur dengan tongkat pengukurnya, laki-laki itu membawa aku mengikuti arus sungai itu ke timur sejauh 500 meter, lalu menyuruh aku menyeberang. Pada tempat itu airnya hanya setinggi mata kaki. Kemudian ia mengukur 500 meter lagi, dan di situ airnya sampai ke lutut. Ia mengukur 500 meter lagi, dan airnya mencapai pinggang. Sekali lagi ia mengukur sejauh 500 meter, dan di situ airnya terlalu dalam untuk dilalui dengan berjalan kaki. Jika orang mau menyeberang haruslah ia berenang. Lalu kata orang itu kepadaku, "Hai manusia fana, perhatikanlah ini semua baik-baik." Kemudian ia membawa aku kembali menyusuri sungai, dan aku melihat bahwa pada kedua tepi sungai itu ada banyak sekali pohon.
(Yehezkiel 47:1-7)


Kehidupan manusia semakin lama semakin tidak menentu, kadang mengalami keadaan yang menyenangkan kadang juga mengalami keadaan yang menyedihkan. Semuanya Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan manusia. Terkadang Tuhan membawa kita ke suatu keadaan yang tidak kita inginkan dan sepertinya tidak hal yang menyenangkan di sana. �Kemudian laki-laki itu membawa aku keluar lewat gerbang utara dan menuntun aku ke gerbang timur.� Tuhan menuntun Yehezkiel melalui jalan yang tidak ada aliran air surgawi, hal ini terlihat aneh karena air surgawi mengalir dari pintu gerbang selatan menuju ke timur. Dengan demikian artinya tempat yang dituju oleh Yesaya adalah tempat yang kering dan tidak berair.
Apakah benar demikian? Tuhan memberikan kepada kita jalan yang tak ada berkat sama sekali? Tentu saja tidak. �Sambil mengukur dengan tongkat pengukurnya, laki-laki itu membawa aku mengikuti arus sungai itu ke timur sejauh 500 meter, lalu menyuruh aku menyeberang. Pada tempat itu airnya hanya setinggi mata kaki.� Ada aliran air setelah perjalanan 500 meter. Mengapa harus berjalan lebih dahulu? Karena Tuhan ingin mengatakan ini adalah suatu visi, visi untuk masa depan kita dalam segala aspek baik aspek rohani, keluarga, pekerjaan, pelayanan dan lainnya. Kita harus berjalan dalam iman sejauh Tuhan inginkan. Pada saat kita berjalan sekian lama mungkin ada banyak halangan dan rintangan dan juga hanya sedikit hasil yang kita dapatkan. Tapi kita tidak boleh menyerah begitu saja kita harus tetap berjalan dalam iman kita.
�Kemudian ia mengukur 500 meter lagi, dan di situ airnya sampai ke lutut. Ia mengukur 500 meter lagi, dan airnya mencapai pinggang. Sekali lagi ia mengukur sejauh 500 meter, dan di situ airnya terlalu dalam untuk dilalui dengan berjalan kaki. Jika orang mau menyeberang haruslah ia berenang.�  Saat kita mau menurut dan berjalan di dalam iman kepada Tuhan maka kita akan melihat berkat Tuhan yang terus ada bagi kita. Kita akan diberikan berkat secara rohani, jiwani dan jasmani secara terus menerus dan makin hari makin bertambah. Dikatakan perikup pada akhirnya aliran air tersebut sudah tidak dapat diseberangi dengan berjalan tapi harus dengan berenang artinya berkat Tuhan hasil percaya dan iman kita pada akhirnya akan kita nikmati secara berkelimpahan dan harus dinikmati dengan cara berenang. Yang Tuhan inginkan hanya kita percaya padanya dan kita mulai berjalan bersama dengan Tuhan.

Ayat pilihan

OLEH KASIH KARUNIA AKU TELAH DIBENARKAN DENGNA CUMA-CUMA KARENA PENEBUSAN DALAM KRISTUS YESUS.
ROMA 3 : 24

DEMIKIANLAH SEKARANG TIDAK ADA PENGHUKUMAN BAGIKU YANG ADA DI DALAM KRISTUS YESUS.
ROMA 8 : 1

HUKUM ROH, YANG MEMBERI HIDUP TELAH MEMERDEKAKAN AKU DALAM KRISTUS DARI HUKUM DOSA DAN HUKUM MAUT.
ROMA 8 : 2

OLEH DIA AKU BERADA DALAM KRISTUS YESUS, YANG OLEH ALLAH TELAH MENJADI HIKMAT BAGIKU. IA MEMBENARKAN DAN MENGUDUSKAN DAN MENEBUSKU.
1 KOR 1 : 30

SYUKUR BAGI ALLAH, YANG DALAM KRISTUS SELALU MEMBAWA AKU DI JALAN KEMENANGANNYA. DENGAN PERANTARAANKU IA MENYEBARKAN KEHARUMAN PENGENALAN AKAN DIA DI MANA-MANA.
2 KOR 2 : 14

AKU ADA DI DALAM KRISTUS, DAN AKU ADALAH CIPTAAN BARU; YANG LAMA SUDAH BERLALU, SESUNGGUHNYA YANG BARU SUDAH DATANG.
2 KOR 5 : 17

MEMANG DAHULU AKU ADALAH KEGELAPAN, TETAPI SEKARANG AKU ADALAH TERANG DI DALAM TUHAN. SEBAB AKU HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG.
EF 5 : 8

AKU INI BUATAN ALLAH, DICIPTAKAN DALAM KRITUS YESUS UNTUK MELAKUKAN YANG BAIK, YANG DIPERSIAPKAN ALLAH SEBELUMNYA. IA MAU SUPAYA AKU HIDUP DIDALAMNYA.
EF 2 : 10

ALLAH MENDAMAIKAN AKU DENGAN DIRINYA OLEH KRISTUS DENGAN TIDAK MEMPERHITUNGKAN PERLANGGARANKU. IA YANG TIDAK MENGENAL DOSA TELAH DIBUATNYA MENJADI DOSA KARENA AKU. SUPAYA DALAM DIA AKU DIBENARKAN OLEH ALLAH.
2 KOR 5 : 19A,21

AKU ADALAH ANAK-ANAK ALLAH KARENA IMAN DI DALAM YESUS KRISTUS.
GAL 3 : 26

ALLAH TELAH MENEGUHKAN AKU DI DALAM KRISTUS. ALLAH YANG TELAH MENGURAPI, MEMETERAIKAN TANDA MILIKNYA ATASKU. DIA MEMBERIKAN ROH KUDUS DI DALAM HATIKU SEBAGAI JAMINAN DAI SEMUA YANG TELAH DISEDIAKAN UNTUKKU
2 KOR 1:21,22

KARENA KUASA ILLAHINYA TELAH MENGANUGERAHKAN KEPADAKU SEGALA SESUATU YANG BERGUNA UNTUK HIDUP YANG SALEH OLEH PENGENALANKU AKAN DIA, YANG TELAH MEMANGGILKU OLEH KUASANYA YANG MULIA DAN AJAIB DENGAN JALAN IA TELAH MEANUGERAHKAN KEPDAKU JANJI-JANJI YANG BERHARGA DAN SANGAT BESAR, SUPAYA OLEHNYA AKU BOLEH MENGAMBIL BAGIAN DALAM KODRAT ILLAHI, DAN LUPUT DARI HAWA NAFSU DUNIAWI YANG MEMBINASAKAN DUNIA.
2 PET 1 : 3,4

AKU BERADA DALAM DIA BUKAN KARENA KEBENARANKU SENDIRI KARENA MENAATI HUKUM TAURAT, MELAINKAN DENGNA KEBENARAN KARENA KEPERCAYAAN AKAN KRISTUS, YAITU KEBENARAN YANG ALLAH ANUGERAHKAN BERDASARKAN KEPECAYAAN.
FIL 3 : 9

Thursday, December 26, 2013

Ajakan membangun bait suci

Kitab Hagai berlatar belakang saat bangsa Israel baru keluar dari masa pembuangan mereka yang sangat lama di bangsa lain. Mereka baru saja merasakan kemerdekaan dan kehidupan yang bebas dari penjajahan bangsa lain. Pada waktu itu bangsa Israel dipulangkan ke negrinya oleh raja Darius dan bangsa Israel mulai membangun kembali tanah kelahiran mereka yang sudah menjadi reruntuhan. Pada waktu itu Tuhan memberikan firman kepada nabi Hagai berbunyi, "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN! Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?� (Hagai 1:1-4).
Firman yang diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel bukan firman yang biasa tapi sebuah firman Tuhan yang berisi sindiran dan kemarahan dari Tuhan. Hal ini terjadi karena bangsa Israel lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri. Mereka lebih dahulu membangun rumah mereka, toko mereka, pasar dan lain sebagainya. Hal ini juga sering kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita yang telah diselamatkan dari penjajahan dosa dan kegelapan di bawa kembali ke tanah perjanjian, kemudian Tuhan membawa kita kembali ke tanah perjanjian yang telah hancur dan menjadi reruntuhan. Kita langsung sibuk membangun rumah kita, membangun keluarga kita, mengurusi pekerjaan kita, membangun komunitas kita dan lainnya. Focus kita bukan rumah Tuhan yang runtuh yang menjadi lambang keruntuhan hubungan kita dengan Tuhan. Kita tidak langsung membangun rumah Tuhan tersebut karena yang menjadi focus kita adalah diri kita sendiri.
Apa yang terjadi saat kita membiarkan rumah Tuhan tetap dalam keadaan runtuh dan kita tidak mulai memperbaikinya? �Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang;kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!�(Hagai 1:5-7). Yang terjadi pada saat kita tidak mementingkan membangun rumah Tuhan lebih dahulu maka segala usaha dan kerja keras kita akan menjadi sia-sia. Hasil yang kita dapatkan jauh lebih sedikit daripada apa yang kita harapkan. 
Tak hanya itu saja berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita akan dihembuskan dan hilang oleh Tuhan sendiri. �Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. � (Hagai 1:9). Segala berkat yang seharusnya kita terima karena hasil kerja keras kita dan berkat Tuhan dihembuskan dan dhilangkan oleh Tuhan sendiri.
�Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN. �. respon yang baik diberikan oleh Yosua , Zerubabel dan bangsa Israel mereka segera sadar dan mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Hagai. Mereka segera membenahi dan membangun ulang rumah Tuhan yang ada di Yerusalem. Oleh karena mereka sudah sadar dan mulai sadar maka Tuhan membuat semangat bangsa Israel menjadi berkobar dan mereka segera menyelesaikan pembangunan rumah Tuhan. Dan karena rumah Tuhan yang sudah mereka bangun kembali Tuhan menjadi berkenan kepada bangsa Israel dan Tuhan mulai memberkati mereka. Segala berkat  yang tertunda dahulu dicurahkan kembali kepada ini dan mereka menjadi bangsa yang diberkati oleh Tuhan. Oleh karena itu kita sebagai anak-anak Tuhan kita harus mementingkan kepentingan rumah Tuhan terlebih dahulu di atas kepentingan pribadi kita, obsesi kita, pekerjaan kita dan lainnya dan pada saat kita melakukan itu Tuhan akan dengan senang hati memberkati kita.

Wednesday, December 11, 2013

Dibenarkan oleh Allah

OLEH KARENA KASIH KARUNIA AKU TELAH DIBENARKAN DENGAN CUMA-CUMA KARENA PENEBUSAN DALAM KRISTUS YESUS.
ROMA 3:24

Roma 3:23-24 - Roma 3:23-24  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Kita sebagai manusia banyak melakukan dosa dalam hidup. Oleh karena kita melakukan dosa kita tidak bisa ketemu tuhan dan berbicara pada tuhan serta tuhan tidak bisa memberkati kita. Tapi karena tuhan yesus sudah mati di kayu salib maka kita sudah diampuni oleh allah. Dan allah bisa betemu, berbicara dan memberi berkat pada kita.

Monday, November 25, 2013

Jujur pada diri sendiri dan pada Tuhan

Setiap kita yang diciptakan oleh Tuhan mempunyai kehendak dan keinginan yang berbeda satu sama lain walaupun kita itu diciptakan kembar siam. Dalam berpakaian, menu makanan dan minuman, bidang studi dan lainnya.

Tuhan memberikan kehendak di dalam diri kita agar kita belajar menentukan sesuatu untuk diri kita  dan hidup kita. Tuhan tidak akan memaksakan kehendak-Nya kepada kita. Tuhan juga sangat menghormati kehendak dan keinginan kita.

Dalam mewujudkan kehendaknya, kita dapat mengandalkan kekuatannya sendiri. Misalnya ingin makan mie instan, kita bisa membeli dan memasaknya. Adapula kita mengandalkan bantuan orang lain dalam mewujudkan keinginan kita seperti meminta tolong mengambilkan makanan saat kita sakit. Dan kita juga mengandalkan Tuhan dalam mewujudkan kehendak kita. Contohnya meminta dalam doa.

Dalam hal berdoa kepada Tuhan untuk meminta sesuatu kita sering kali berlaku tidak jujur. Kita sering menutupi keinginan kita kepada Tuhan. Misalnya saja bila kita ingin sebuah meja. Di depan kita ada 2 buah meja satu berwarna merah yang lain berwarna putih. Kita dalam hati suka pada meja putih. Orang lain bilang meja putih tidak baik karena bahannya kurang bagus. Kemudian kita berdoa untuk minta persetujuan Tuhan tetapi dalam doa kita menonjolkan meja putih dan yang merah seolah-olah tidak ada. Itulah ketidakjujuran kita. Kadang kala Tuhan akan memberi teguran tetapi kadang Tuhan mengembalikan pilihan itu pada kita. Maka dari itu marilah kita jujur pada diri sendiri dan Tuhan.

Sunday, November 24, 2013

Tuhan adalah magnet

Magnet adalah sebuah benda yang dapat menarik suatu benda ke arah dirinya. Magnet yang biasa kita kenal adalah magnet yang terbuat dari baja dan besi. Magnet ini dapat menarik benda-benda yang mengandung logam besi dan baja. Akan tetapi di alam semesta ini banyak magnet yang tidak hanya dapat menarik benda logam besi atau baja saja. Sebagai contoh adalah bumi. Bumi adalah salah satu magnet yang menarik semua benda yang ada di sekitarnya termasuk manusia dan ini kita sebut dengan gravitasi.

Bumi punya kekuatan yang sangat besar dalam menarik benda-benda di sekitarnya. Semkin dekat dengan inti bumi semakin kuat daya tarikannya. Allah juga seperti magnet dan bumi. Allah punya daya tarik yang luar biasa untuk dapat menarik kita ke arah-Nya. Ia mengirimkan para nabi-Nya untuk menarik kita dan Allah juga mengirimkan Yesus, Anak-Nya sebagai bukti kasih-Nya pada manusia agar manusia datang padanya. Sama seperti manusia dan benda-benda di pemukaan bumi tidak bisa masuk ke dalam inti bumi karena ada lapisan tanah yang mengahalanginya, kita juga terhalang oleh kedagingan kita. Kedagingan kita yang tebal menghalangi kita untuk datang mendekat kepada Allah.

Agar manusia dapat masuk ke inti bumi maka tanah yang ada di permukaan harus digali dan dilubangi sedalam mungkin dan manusia akan dapat menemukan inti bumi. Kita juga harus melubangi dan menggali kedagingan kita terus menerus agar kita bisa bertemu dengan Allah secara total dan menikmatinya.